Bekerja di kantor tidak selalu mulus. Salah satu tantangan yang sering muncul adalah menghadapi rekan kerja yang kadang tanpa sadar mengganggu fokus dan produktivitas kita. Namun, penting untuk menanganinya dengan cara yang bijak agar hubungan tetap harmonis dan profesional. Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:
1. Kenali Sumber Gangguan
Langkah pertama adalah memahami perilaku yang mengganggu. Apakah mereka terlalu sering mengobrol, mengirim pesan saat sibuk, atau meminjam barang tanpa izin? Dengan mengetahui pola gangguan, Anda bisa merencanakan pendekatan yang tepat tanpa menuduh secara langsung.
2. Gunakan Bahasa Positif dan Diplomatis
Saat ingin menyampaikan keberatan, hindari kalimat yang menyalahkan. Misalnya, ganti “Kamu selalu mengganggu saya” dengan “Saya lebih fokus saat bekerja dengan sedikit gangguan. Bisa kita coba cari waktu yang tepat untuk ngobrol?” Bahasa yang netral membantu mengurangi kemungkinan rekan merasa tersinggung.
3. Tetapkan Batasan dengan Sopan
Membuat batasan personal penting untuk menjaga produktivitas. Contohnya, gunakan tanda “sedang fokus” di meja kerja atau headphone untuk memberi sinyal bahwa Anda butuh konsentrasi. Jika diminta bantuan, tetapkan waktu yang jelas agar tetap profesional tanpa menolak mentah-mentah.
4. Pilih Waktu yang Tepat untuk Berdiskusi
Jika masalah gangguan berulang, ajak rekan berdiskusi secara pribadi di waktu yang tenang. Hindari membahasnya saat emosi sedang tinggi atau di depan orang lain. Diskusi santai memungkinkan mereka memahami perspektif Anda tanpa merasa diserang.
5. Fokus pada Solusi, Bukan Masalah
Alihkan percakapan ke solusi praktis. Misalnya, jika mereka sering menginterupsi, tawarkan jadwal ngobrol tertentu atau gunakan chat sebagai alternatif komunikasi. Dengan fokus pada solusi, rekan akan lebih mudah menerima perubahan perilaku.
6. Gunakan Dukungan Pihak Ketiga Bila Diperlukan
Jika gangguan sudah mengganggu pekerjaan dan tidak ada perubahan, pertimbangkan untuk melibatkan atasan atau HR secara profesional. Jelaskan situasi secara objektif, tanpa menyinggung pribadi, dan mintalah saran bagaimana menjaga lingkungan kerja tetap kondusif.
7. Jaga Sikap Profesional dan Tenang
Yang paling penting, tetap tenang dan profesional. Hindari membalas gangguan dengan nada emosional atau gosip. Sikap tenang menunjukkan kontrol diri dan membuat rekan lebih menghargai batasan Anda.
Dengan menerapkan strategi ini, Anda bisa menghadapi gangguan rekan kerja secara efektif tanpa menimbulkan konflik atau menyakiti perasaan mereka. Kunci utamanya adalah komunikasi yang diplomatis, penetapan batasan yang jelas, dan fokus pada solusi. Lingkungan kerja yang nyaman akan meningkatkan produktivitas dan menjaga hubungan profesional yang baik.












